Jumat, 05 Agustus 2011

Memasukkan Kode HTML dalam Posting

Suatu saat mungkin kamu ingin berbagi kode, informasi atau tutorial dan ingin menerbitkannya dalam posting untuk dipamerkan. Namun ketika kamu meletakkan kode di dalam posting, kode-kode tersebut malah menjadi tidak terlihat, rusak, muncul pesan error pada editor posting atau bahkan menghilang sama sekali. Hal ini terjadi karena ketika sebuah kode (khususnya tag) diletakkan di dalam posting, kode-kode tersebut tidak akan diterjemahkan browser sebagai teks biasa, melainkan akan diterjemahkan sebagai sistem. Nah untuk mengatasi masalah itu, umumnya seorang penulis dunia maya akan memanfaatkan baris-baris karakter khusus seperti ini agar browser tidak menerjemahkannya sebagai sistem, melainkan sebagai simbol:

KodeHasil Tampilan
&lt;<
&gt;>
&#39;'
&quot;"
&amp;&
&hearts;
&raquo;»
&laquo;«

dan lain sebagainya...

Nah, untuk memasukkan kode HTML ke dalam posting, gunakan kode-kode pengganti tersebut untuk menciptakan simbol-simbol seperti <, > dan sebagainya yang tidak bisa diterjemahkan peramban sebagai “huruf”. Contohnya begini:

&lt;a href=&#39;http://latitudu.blogspot.com&#39;&gt;TAUTAN&lt;/a&gt;

Kode-kode tersebut nantinya akan berubah menjadi simbol pada saat posting diterbitkan. Itu terjadi karena secara teknis kita memang tidak pernah menggunakan karakter < dan > dalam naskahnya, sehingga peramban tidak akan menerjemahkannya menjadi “sistem”.

Satu cara yang paling praktis untuk mengubah simbol-simbol HTML adalah dengan menggunakan konverter HTML. Cara kerjanya sama persis dengan sistem Find and Replace dalam komputermu.

Coba masuk ke halaman ini ⇒ Konverter HTML

Konverter HTML

Cara menggunakannya cukup dengan menulis atau menempelkan kode HTML, lalu tekan Konversi.

Salin hasil konversinya lalu masukkan ke dalam editor posting. Terserah mau diletakkan pada mode HTML atau mode Tulis, hasil akhirnya nanti akan sama saja.

Tampilan kode di dalam postingmu sekarang memang menjadi tampak sangat berantakan, tapi coba sekarang kamu klik Pratinjau.

Pratinjau

Bagaimana?

Kamis, 04 Agustus 2011

Membuat Posting Read More/Baca Selengkapnya untuk Blogspot

Posting Read More/Baca Selengkapnya dibuat dengan tujuan untuk meringkas artikel-artikel yang terlalu panjang. Sangat tidak menyenangkan bagi para pengunjung andaikan mereka harus menggulung layar begitu panjang hanya untuk melihat posting-posting di bawahnya. Nah, untuk mengatasi masalah itu, umumnya para penulis akan membuat sebuah sistem ringkasan posting seperti ini:

posting auto readmore blogspot

Link/tautan Baca Selengkapnya bertugas untuk mengarahkan para pengunjung menuju halaman asli dari artikel tersebut.
Cukup dua langkah perombakan saja yang kita perlukan untuk membuat sistem ini berfungsi, hanya saja di sini Saya memberikan sedikit detail kecil untuk memperindah tampilan linknya.

Pertama-tama masuklah ke tab Rancangan kemudian pilih Edit HTML. Cek Expand Template Widget agar seluruh elemen pembangun posting tampil.
Temukan kode ini:

</head>

Salin kode ini, kemudian letakkan tepat di atasnya:

<script type='text/javascript'>
//<![CDATA[
var thumbnail_mode = "float",
summary_noimg = 350,
summary_img = 350,
img_thumb_height = 100,
img_thumb_width = 120;

/******************************************
Script Posting Read-More versi 2.0 (blogspot)
(C)2008 oleh Anhvo
********************************************/
function createSummaryAndThumb(a) {
var b=document.getElementById(a);var c="";var d=b.getElementsByTagName("img");var e=summary_noimg;if(d.length>=1){c='<span style="float:left; padding:0px 10px 5px 0px;"><img src="'+d[0].src+'" width="'+img_thumb_width+'px" height="'+img_thumb_height+'px"/></span>';e=summary_img}var f=c+"<div>"+removeHtmlTag(b.innerHTML,e)+"</div>";b.innerHTML=f}function removeHtmlTag(a,b){if(a.indexOf("<")!=-1){var c=a.split("<");for(var d=0;d<c.length;d++){if(c[d].indexOf(">")!=-1){c[d]=c[d].substring(c[d].indexOf(">")+1,c[d].length)}}a=c.join("")}b=b<a.length-1?b:a.length-2;while(a.charAt(b-1)!=" "&&a.indexOf(" ",b)!=-1)b++;a=a.substring(0,b-1);return a+"...";
}
//]]>
</script>

Setelah itu cari kode yang tampak seperti ini:

<data:post.body/>

TIP: Tekan CTRL + F lalu ketik data:post.body untuk mempermudah pencarian.

Ganti kode tersebut dengan ini:

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div>
<script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb(&quot;summary<data:post.id/>&quot;);</script>
<span class='rmlink'><a expr:href='data:post.url'>Baca Selengkapnya</a></span>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<data:post.body/>
</b:if>

Klik Pratinjau untuk sekedar mengecek perubahannya.

Sistem ringkasan posting ini sebenarnya sudah bisa berfungsi dengan baik, jadi kamu bisa langsung menyimpan perubahannya. Tapi jika kamu ingin memberikan sedikit kegantengan lagi dalam sistem postingmu ini, kamu bisa memberikan efek seperti tombol pada link Baca Selengkapnya.

Salin kode CSS di bawah ini, kemudian letakkan tepat di atas kode ]]></b:skin> atau </style>:

.rmlink a        {background:#567856;color:#fff;padding:2px 15px 3px;margin:15px 0 0;border:0;float:right;text-decoration:none;border-radius:15px;-moz-border-radius:15px;-webkit-border-radius:15px;font-weight:bold;}
.rmlink a:hover {background:#FFDD56;color:#000;}
.rmlink a:active {background:#000;color:#567856;}

Klik Simpan Template.

Sedikit Penyesuaian:

  • Tentukan banyaknya huruf yang ditampilkan dalam variabel summary_noimg (jika postinganmu tidak terdapat gambar) dan summary_img (jika postinganmu terdapat gambar).
  • Tentukan lebar dan tinggi thumbnail dalam variabel img_thumb_width dan img_thumb_height.

Pertimbangkan Juga Beberapa Posting Ini:

Rabu, 03 Agustus 2011

Widget Tabel Konten Abu Farhan Berbahasa Indonesia

TOC

Berbahasa Indonesia di sini maksudnya adalah bahwa Saya telah memodifikasi scriptnya. Beberapa orang (seperti saya) mungkin tidak suka dengan teks bertuliskan New !! di samping judul posting karena masih menggunakan bahasa Inggris. Nah, untuk mengatasi itu Saya telah mengedit scriptnya agar bisa menjadi berbahasa Indonesia (lihat demo). Selain itu Saya juga telah mengubah semua linknya menjadi otomatis terbuka di tab baru untuk mempermudah para penulis yang masih menonaktifkan klik kanan di blog mereka.
Untuk membuatnya, siapkan sebuah widget HTML/JavaScript, atau buat sebuah halaman statis lalu klik mode HTML. Salin kode ini, kemudian letakkan di dalam formulirnya:

<script src='http://hompimpa.googlecode.com/files/toclib.js' type='text/javascript'></script>
<script src='http://latitudu.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;alt=json-in-script&amp;callback=loadtoc'></script>
<a href='http://www.abu-farhan.com' style='font:8px Arial,Serif;color:#000;'>Widget by Abu Farhan</a>

Ganti kode yang berwarna hijau dengan alamat blogmu.
Klik Simpan.

Apa Saja yang Bisa Kita Lakukan dengan CSS Text Shadow?


Sebenarnya tugas CSS Text Shadow tidak hanya sebatas membuat bayangan pada teks saja, namun juga bisa menciptakan efek-efek spesial dengan memanfaatkan kemampuan propertinya yang dapat menerima value bayangan lebih dari satu. Pelajaran CSS Text Shadow dasar bisa kamu baca di sini. Internat Explorer tidak mendukung CSS Text Shadow, jadi kamu harus membuka halaman ini dengan browser lain seperti Mozilla Firefox untuk melihat efeknya. Semua demo yang tampak seperti gambar ini sebenarnya memang benar-benar teks, kalau tidak percaya kamu bisa mencoba untuk menyeleksinya satu-persatu.



Efek Teks Cekung

Untuk membuat efek cekung, intinya adalah dengan membuat warna bayangan offset-X dan offset-Y negatif menjadi lebih gelap dibandingkan warna latar belakangnya. Sebaliknya, bayangan offset-X dan offset-Y positif diwarnai dengan warna yang lebih terang dibandingkan warna latar belakangnya. Hal ini akan menciptakan efek cekung pada teks.

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:#4aacf7;
color:#064475;
text-shadow:1px 2px 1px #9ad2fe,-1px -2px 1px #1895f7;
}


Efek Teks Cembung

Untuk membuat efek teks cembung adalah dengan membuat warna bayangan offset-X dan offset-Y negatif menjadi lebih terang dibandingkan warna latar belakangnya. Sebaliknya, bayangan offset-X dan offset-Y positif diwarnai dengan warna yang lebih gelap. Hal ini akan menciptakan efek cembung pada teks. Terlebih lagi dengan penambahan detail pemberian warna yang lebih terang lagi pada dua sudut yang tersisa untuk menciptakan efek sedikit berkilau. Kinyis-kinyis...

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:#3e6a06;
color:#3e6a06;
text-shadow:
-1px -1px 1px #528e06,
-1px -1px 3px #528e06,
1px 1px 1px #243d05,
1px 1px 3px #243d05,
1px -1px 1px #eafed2,
-1px 1px 1px #eafed2;
}


Efek Teks Bergaris Tepi

Untuk membuat efek teks bergaris tepi adalah dengan cara membuat deret bayangan berwarna putih ke segala arah, baik offset positif maupun offset negatif. Mengatur tingkat blur menjadi 0 piksel dan pemberian sentuhan akhir berupa bayangan yang sedikit gelap dengan tingkat blur sebesar 2 piksel untuk mempertegas garis tepinya.

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:#fafafa;
color:#91080b;
text-shadow:
1px 0px 0px #fff,
-1px 0px 0px #fff,
0px 1px 0px #fff,
0px -1px 0px #fff,
1px 1px 2px #000;
}


Efek Teks Tiga Dimensi

Membuat efek teks tiga dimensi dilakukan dengan cara menuliskan deret bayangan berwarna sama ke satu arah dengan menambahkan besaran angka offset sedikit demi sedikit pada masing-masing bayangan. Mengatur tingkat blur menjadi 0 piksel dan pemberian sentuhan akhir berupa bayangan yang sedikit gelap dengan tingkat blur sebesar 7 piksel untuk mempertegas efek tiga dimensinya.

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:#f9f9d7;
color:#9a9d0b;
text-shadow:
1px 1px #404206,
2px 2px #727415,
3px 3px #727415,
4px 4px #727415,
5px 5px #727415,
6px 6px #727415,
7px 7px #404206,
8px 8px 7px #000;
}

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:#eee;
color:#45BEF7;
text-shadow:
0px 1px #577079,
0px 2px #577079,
0px 3px #577079,
0px 4px #577079,
0px 5px #577079,
0px 6px #577079,
0px 7px #577079,
0px 7px 10px #333;
}


Efek Teks Menyala

Efek teks menyala dibuat dengan cara menuliskan deret bayangan berwarna sama dengan menambahkan besaran angka tingkat blur sedikit demi sedikit pada masing-masing bayangan. Mengatur warna teks menjadi putih, latar belakang menjadi hitam serta mengatur offset sumbu X dan Y menjadi 0 piksel.

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:black;
color:#fff;
text-shadow:
0 0 3px #FFFFA0,
0 0 5px #FFFF4D,
0 0 9px #FFFF41,
0 0 20px #FFFF2A,
0 0 25px #FFFF2B,
0 0 30px #FEFE00,
0 0 40px #F7F700;
}


Efek Nyala Api

Efek nyala api pada teks dapat dibuat dengan cara yang hampir sama dengan efek teks menyala, hanya saja di sini offset sumbu Y dibuat negatif, sementara besar ukuran offset X dibebaskan seperti halnya dimensi nyala api yang tidak beraturan.

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:black;
color:black;
text-shadow:
0px 0px 4px #ccc,
-1px -5px 4px #ff3,
2px -10px 6px #fd3,
-3px -15px 11px #f80,
3px -18px 18px #f20;
}


Efek Cat Semprot

Efek cat semprot dibuat dengan cara membuat deret bayangan berwarna sama dengan menambahkan besaran angka tingkat blur sebesar 3 piksel pada masing-masing bayangan. Mengatur warna teks menjadi transparan serta mengatur offset sumbu X dan Y sembarang.

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:#cac3b4;
color:transparent;
text-shadow:
5px 5px 3px #414141,
0px 7px 3px #414141,
7px 0px 3px #414141,
7px 0px 3px #414141,
-4px 0px 3px #414141,
0px 0px 20px #000;
}


Efek Teks Pelangi

Membuat efek teks pelangi dilakukan dengan cara menuliskan deret bayangan ke satu arah dengan menambahkan besaran angka offset sedikit demi sedikit pada masing-masing bayangan. Mengatur tingkat blur menjadi 0 piksel dan pemberian warna pelangi secara berurutan pada masing-masing deret bayangannya.

Hompimpa Alaihum Gambreng

h2 {
background:#f5e6fe;
color:#fff;
text-shadow:
-1px -1px 0px #ddd,
2px 1px 0px #f93e47,
4px 2px 0px #f59b0f,
6px 3px 0px #f5dc0f,
8px 4px 0px #19a305,
10px 5px 0px #057fa3,
12px 6px 0px #052aa3,
14px 7px 0px #7605a3,
14px 8px 2px #000,
14px 5px 10px #000,
14px 5px 25px #000;
}

Merotasi Objek dengan CSS3

Rotasi

Berikut ini adalah kode CSS dasar untuk membuat efek rotasi pada objek:

div {
-webkit-transform:rotate(30deg); /* Safari dan Chrome */
-moz-transform:rotate(30deg); /* Firefox */
-ms-transform:rotate(30deg); /* IE9 */
-o-transform:rotate(30deg); /* Opera */
transform:rotate(30deg); /* W3C */
}

(30deg) adalah ukuran derajat rotasi. Kamu juga bisa menuliskan nilai derajat negatif untuk memutar objek ke arah sebaliknya. Cara penerapannya bisa diletakkan secara topdown ataupun inline seperti ini:

Top-DownInline
#contoh1 {
-webkit-transform:rotate(30deg);
-moz-transform:rotate(30deg);
-ms-transform:rotate(30deg);
-o-transform:rotate(30deg);
transform:rotate(30deg);
}

......

<div id='contoh1'>
HASIL TAMPILAN
</div>
<div style='-webkit-transform:rotate(30deg);-moz-transform:rotate(30deg);-ms-transform:rotate(30deg);-o-transform:rotate(30deg);transform:rotate(30deg);'>
HASIL TAMPILAN
</div>




HASIL TAMPILAN
DERAJAT POSITIF


HASIL TAMPILAN
DERAJAT NEGATIF


Membuat Efek Foto dengan CSS3

CSS Efek Foto Polaroid

Cara untuk membuat efek ini sebenarnya sangatlah sederhana (lihat demo), yaitu hanya dengan memanfaatkan CSS Box Shadow dan CSS Transformasi 2 Dimensi.
Masuklah ke tab Rancangan kemudian pilih Edit HTML. Untuk membuat efek seperti dalam demo, kamu cukup menyalin kode CSS ini kemudian meletakkannya tepat di atas kode ]]></b:skin> atau </style>:

img.foto {
background-color:#ffffff;
border:0px;
outline:none;
padding:5px 5px 20px;
-webkit-box-shadow:0 1px 2px rgba(0,0,0,0.7);
-moz-box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,0.7);
box-shadow:0 1px 3px rgba(0,0,0,0.7);
}

img.foto:hover {
-webkit-transform:rotate(5deg);
-moz-transform:rotate(5deg);
-ms-transform:rotate(5deg);
-o-transform:rotate(5deg);
transform:rotate(5deg);
}

Simpan templatemu.

Nah, untuk menerapkan efeknya, jangan lupa setiap kali kamu mengunggah gambar, terapkan class foto pada masing-masing tubuh tag <img> yang ada seperti ini:

<a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-KzxqfN5tPCo/TjkBR2otlDI/AAAAAAAAAhQ/nlCzSobCnG8/s1600/Funny-Cats-cats-9474201-1600-1200.jpg"><img class="foto" style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-KzxqfN5tPCo/TjkBR2otlDI/AAAAAAAAAhQ/nlCzSobCnG8/s320/Funny-Cats-cats-9474201-1600-1200.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5636537814866564146" border="0" /></a>

atau seperti ini:

<img class="foto"  src="http://4.bp.blogspot.com/-KzxqfN5tPCo/TjkBR2otlDI/AAAAAAAAAhQ/nlCzSobCnG8/s320/Funny-Cats-cats-9474201-1600-1200.jpg" alt="" />

Senin, 01 Agustus 2011

Aturan Penulisan Selektor dalam CSS

Green
Sebelum memasuki tabel, Saya jelaskan dulu istilah-istilahnya melalui contoh:

img {background:#EEEEEE; padding:5px;}
selektor {deklarasi1; deklarasi2;}
selektor {properti1:value1; properti2:value2;}

Selektor terdiri dari deklarasi-deklarasi yang dipisahkan dengan titik koma, setiap deklarasi adalah gabungan antara properti dengan value/nilainya. img adalah selektor, background dan padding adalah properti, #EEEEEE dan 5px adalah value. background:#EEEEEE; dan padding:5px; adalah deklarasi.
Suatu saat mungkin kalian juga akan melihat susunan kode yang tampak berbeda seperti ini:

img {
background:#EEEEEE;
padding:5px;
}

img
{
background:#EEEEEE;
padding:5px;
}

img {
background : #EEEEEE;
padding : 5px;
}

img { background: #EEEEEE; padding: 5px; }

Apapun bentuk dan susunan kode yang akan kalian temui nantinya tidak akan mempengaruhi apapun.

Aturan Penulisan Selektor dalam Tag Murni

Untuk tag-tag dengan kondisi yang masih murni bisa kamu tuliskan apa adanya sesuai dengan nama tagnya seperti beberapa contoh berikut:

SELEKTORCONTOH KERANGKAKETERANGAN
body {deklarasi}<body>OBJEK</body>Deklarasi akan mempengaruhi objek-objek di dalam wilayah kekuasaan <body>
a {deklarasi}<a href='#'>OBJEK</a>Deklarasi akan mempengaruhi objek-objek di dalam wilayah kekuasaan <a>
img {deklarasi}<img src='hompimpa.jpg' />Deklarasi akan mempengaruhi elemen gambar
ul {deklarasi}<ul>
<li>OBJEK1</li>
<li>OBJEK2</li>
<li>OBJEK3</li>

</ul>
Deklarasi akan mempengaruhi semua elemen di dalam wilayah kekuasaan <ul>
ol {deklarasi}<ol>
<li>OBJEK1</li>
<li>OBJEK2</li>
<li>OBJEK3</li>

</ol>
Deklarasi akan mempengaruhi semua elemen di dalam wilayah kekuasaan <ol>
li {deklarasi}<ul>
<li>OBJEK1</li>
<li>OBJEK2</li>
<li>OBJEK3</li>

</ul>
<ol>
<li>OBJEK1</li>
<li>OBJEK2</li>
<li>OBJEK3</li>

</ol>
Deklarasi akan mempengaruhi semua elemen <li> baik yang berada di dalam wilayah kekuasaan <ul> maupun <ol>
ul li {deklarasi}<ul>
<li>OBJEK1</li>
<li>OBJEK2</li>
<li>OBJEK3</li>

</ul>
<ol>
<li>OBJEK1</li>
<li>OBJEK2</li>
<li>OBJEK3</li>
</ol>
Deklarasi akan mempengaruhi elemen <li> di dalam wilayah kekuasaan <ul>, namun tidak akan mempengaruhi elemen <li> di dalam wilayah kekuasaan <ol>


Penulisan ID dan CLASS

Penulisan selektor ID harus diawali dengan prefiks #, sedangkan selektor CLASS harus diawali dengan prefiks .

SELEKTORCONTOH KERANGKAKETERANGAN
#hompimpa {deklarasi}<div id='hompimpa'>
OBJEK
</div>
Deklarasi akan mempengaruhi objek di dalam elemen yang memiliki ID hompimpa
.hompimpa {deklarasi}<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>
Deklarasi akan mempengaruhi objek di dalam elemen yang memiliki CLASS hompimpa
span.hompimpa {deklarasi}<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<span class='hompimpa'>
OBJEK
</span>
Deklarasi akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <span> yang memiliki CLASS hompimpa, namun tidak akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <div> yang memiliki CLASS hompimpa
div.hompimpa {deklarasi}<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<span class='hompimpa'>
OBJEK
</span>
Deklarasi akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <div> yang memiliki CLASS hompimpa, namun tidak akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <span> yang memiliki CLASS hompimpa
div .hompimpa {deklarasi}<div>
<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>

<span class='hompimpa'>
OBJEK
</span>

</div>
<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<span class='hompimpa'>
OBJEK
</span>
Deklarasi akan mempengaruhi elemen apapun di dalam wilayah kekuasaan <div> induk, dimana elemen-elemen tersebut harus diketahui memiliki CLASS hompimpa.
Elemen-elemen sejenis yang berada di luar <div> induk tidak akan ikut terpengaruh
div#hompimpa {deklarasi}<div id='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<span id='hompimpa'>
OBJEK
</span>
Deklarasi akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <div> yang memiliki ID hompimpa, namun tidak akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <span> yang memiliki ID hompimpa
div #hompimpa {deklarasi}<div>
<div id='hompimpa'>
OBJEK
</div>

<span id='hompimpa'>
OBJEK
</span>

</div>
<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<span class='hompimpa'>
OBJEK
</span>
Deklarasi akan mempengaruhi elemen apapun di dalam wilayah kekuasaan <div> induk, dimana elemen-elemen tersebut harus diketahui memiliki ID hompimpa.
Elemen-elemen sejenis yang berada di luar <div> induk tidak akan ikut terpengaruh
div span.hompimpa {deklarasi}<div>
<div id='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<span class='hompimpa'>
OBJEK
</span>

</div>
<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<span class='hompimpa'>
OBJEK
</span>
Deklarasi akan mempengaruhi elemen <span> yang memiliki CLASS hompimpa di dalam elemen <div> induk, namun tidak akan mempengaruhi elemen <div> yang memiliki CLASS hompimpa yang berada di dalam elemen <div> induk.
Elemen-elemen sejenis yang berada di luar <div> induk tidak akan ikut terpengaruh
#hompimpa {deklarasi}<div id='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<div class='hompimpa'>
OBJEK
</div>
Deklarasi akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <div> yang memiliki ID hompimpa, namun tidak akan mempengaruhi objek di dalam wilayah kekuasaan <div> yang memiliki CLASS hompimpa


Meringkas Beberapa Selektor bagi Elemen yang Memiliki Deklarasi Sama

Penulisan selektor dapat diringkas dengan memisahkannya menggunakan tanda koma untuk menggabungkan deklarasi-deklarasi yang sama.

SEBELUM DIRINGKASSESUDAH DIRINGKASCONTOH KERANGKAKETERANGAN
h1 {color:green;}
h2 {color:green;}
h3 {color:green;}
h1, h2, h3 {color:green;}<h1>OBJEK</h1>
<h2>OBJEK</h2>
<h3>OBJEK</h3>
Deklarasi color:green; akan mempengaruhi elemen <h1>, <h2> dan <h3>


Penulisan Selektor Atribut dalam CSS

Atribut tag HTML dalam selektor CSS dapat dituliskan dengan menutupinya menggunakan simbol [ dan ]

SELEKTORCONTOH KERANGKAKETERANGAN
a[title] {deklarasi}<a href='#' title='hag'>OBJEK</a>
<a href='#'>OBJEK</a>
<img src='hompimpa.jpg' title='hag' />
Deklarasi hanya akan mempengaruhi elemen <a> yang memiliki atribut title=''
Elemen-elemen bukan <a> yang memiliki atribut title='' tidak akan ikut terpengaruh
input[type="button"] {deklarasi}<input value='OBJEK' type='button' />
<input value='OBJEK' type='text' />
Deklarasi hanya akan mempengaruhi elemen <input> yang memiliki atribut type='button'
Elemen-elemen <input> dengan atribut selain type='button' tidak akan ikut terpengaruh


Dua Metode Penulisan CSS

Ada dua metode penulisan dalam CSS, yaitu metode penulisan secara terpisah dengan memanfaatkan tag <style>, atau metode penulisan secara langsung dengan memanfaatkan atribut style=''

METODE PENULISAN SECARA TERPISAH DARI OBJEK SASARANMETODE PENULISAN SECARA LANGSUNG PADA OBJEK SASARAN
<style type='text/css'>
#hompimpa {
proprti:value;
properti:value;
properti:value;
}
</style>

....
....

<div id='hompimpa'>
OBJEK
</div>
<div style='properti:value;properti:value;proprti:value;'>
OBJEK
</div>


Penulisan CSS secara terpisah dilakukan dengan memisahkan objek sasaran dari selektor yang dituliskan sesuai dengan keadaan objek sasaran agar berfungsi. Tag <style> beserta komponen-komponen di dalamnya bisa diletakkan di mana saja, namun prosedur peletakkan yang benar adalah di dalam wilayah kekuasaan <head>, sementara objek sasarannya harus berada di dalam wilayah kekuasaan <body>.
Penulisan CSS secara langsung dilakukan dengan memasukkan deklarasi-deklarasi ke dalam atribut style='' tanpa menuliskan selektornya. Atribut class='' dan id='' sudah tidak penting lagi di sini, karena semua deklarasi sudah dituliskan secara langsung pada objek sasaran.