Tampilkan postingan dengan label Slideshow. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Slideshow. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Maret 2013

Plugin Feed Rotator untuk Blogger

Image of Blogger Feed Rotator plugin demo

Plugin ini pada dasarnya merupakan perpaduan antara Basic JQuery Image Rotator dengan yang kemudian Saya jadikan sebagai semacam slideshow dengan konten yang akan diperbaharui secara otomatis berdasarkan posting yang sudah terbit. Saya memutuskan untuk membuat ini karena ada beberapa orang yang menanyakan melalui email mengenai bagaimana cara memadukan plugin Image Rotator dengan JSON Blogger.

Plugin JQuery Image Rotator ini juga sudah dimodifikasi hampir secara keseluruhan, khusus untuk diaplikasikan pada widget ini. Beberapa hal yang Saya tambahkan diantaranya adalah navigasi, efek animasi kontainer dan dukungan fungsi callback yang dapat dijalankan pada sesi-sesi tertentu.

Implementasi Dasar

Berikut ini adalah contoh implementasi paling mendasar yang bisa Anda lakukan untuk mengaktifkan plugin:

<link rel="stylesheet" type="text/css" href="http://blogger-json-experiment.googlecode.com/svn/resources/blogger-feed-rotator-plugin/default-style.min.css"/>
<div id="slider-rotator" class="slider-rotator loading"></div>
<script type="text/javascript" src="http://ajax.googleapis.com/ajax/libs/jquery/1.9.1/jquery.min.js"></script>
<script type="text/javascript" src="http://blogger-json-experiment.googlecode.com/svn/resources/blogger-feed-rotator-plugin/blogger-feed-rotator.min.js"></script>
<script type="text/javascript">
makeSlider({
url: "http://nama_blog.blogspot.com" // URL blog Anda
});
</script>

Susun file CSS dan plugin Blogger Feed Rotator sesuai dengan urutan yang Saya perlihatkan di atas. Tambahkan juga elemen HTML yang berfungsi untuk menampilkan slideshow sebelum plugin. Setelah itu aktifkan fungsi makeSlider() dengan parameter berupa objek tunggal url yang diisi dengan URL blog Anda. Salin dan tempelkan di dalam formulir elemen halaman HTML/JavaScript. Dengan ini maka Anda sudah bisa menampilkan sebuah slideshow sederhana seperti yang terlihat pada halaman demo di atas.

Daftar Opsi Konfigurasi Dasar

Konfigurasi dasar Saya batasi pada opsi-opsi yang berhubungan dengan pengaturan posting:

{
url: "http://www.dte.web.id", // Your blog URL
numPost: 5, // Number of posts to display
newTabLink: false, // `true` to automatically open link in new window tab
labelName: null, // Show posts in specific label. Specify name of the post label, or `null` to show all posts
showDetail: true, // `false` to hide the blog post title & description
summaryLength: 60, // Length of post summary
titleLength: "auto", // Length of the post title. "auto" by default, or specify number to crop the post title characters and truncate it with `...`
showThumb: true, // `false` to hide the post thumbnails
thumbWidth: 250, // Width of post thumbnail in pixels
squareThumb: true, // Thumbnail mode: Square mode or use the scaled thumbnail with original width and height ratio
noThumb: "images/grey.png", // Fallback thumbnail for no picture posts
showNav: true, // `true` to show both next/prev navigation and navigation number, "next/prev" to show next/prev navigation only, "number" to show navigation number only, `false` to hide the navigation
navText: {
prev: "&lt;", // Label of the previous navigation
next: "&gt;" // Label of the next navigation
},
containerId: "slider-rotator" // HTML element ID that is used to display the slideshow/rotator
}
OpsiKeterangan
urlIsi dengan URL halaman muka blog Anda
numPostDigunakan untuk menentukan jumlah posting yang akan ditampilkan
newTabLinkUbah nilainya menjadi true untuk membuat tautan-tautan di dalam widget ini terbuka di jendela/tab baru saat diklik
labelNameDigunakan untuk menampilkan daftar posting dengan label/kategori tertentu. Nilai null berarti menampilkan semua posting terbaru. Ganti nilainya menjadi nama label untuk menampilkan posting dengan label tertentu. Misalnya labelName:"Foto" untuk menampilkan semua posting yang memiliki label Foto - Contoh
showDetailUbah nilainya menjadi false untuk menyembunyikan judul dan ringkasan posting. Berguna untuk membuat slideshow foto/gambar tanpa tulisan - Contoh
summaryLengthDigunakan untuk membatasi panjang ringkasan posting. Akhir pemotongan ringkasan posting akan digantikan dengan simbol “…”
titleLengthDigunakan untuk membatasi panjang judul posting. Secara normal bernilai "auto". Ubah nilainya dengan angka tertentu untuk memotong panjang judul jika Anda merasa judul posting yang tampil terlalu panjang. Akhir pemotongan judul posting akan digantikan dengan simbol “…”
showThumbUbah nilainya menjadi false untuk menyembunyikan gambar posting. Berguna untuk membuat slideshow teks - Contoh
thumbWidthDigunakan untuk menentukan lebar thumbnail posting dan juga sekaligus menentukan lebar slideshow
squareThumbOpsi untuk memilih mode thumbnail. true untuk menampilkan gambar dengan resolusi /sN-c, false untuk menampilkan gambar dengan resolusi /sN
noThumbIsi dengan URL gambar. Gambar ini akan digunakan sebagai cadangan jika posting yang tampil tidak memiliki gambar
showNavOpsi untuk menampilkan atau menyembunyikan navigasi slideshow. Ubah nilainya menjadi false untuk menyembunyikan navigasi. "number" untuk menampilkan navigasi angka saja. "next/prev" untuk menampilkan navigasi next/prev saja. true untuk menampilkan keduanya
navTextOpsi untuk menentukan label navigasi Next dan Previous
containerIdDigunakan untuk menentukan di mana slideshow akan ditampilkan. Isi dengan ID elemen HTML. Dan jangan lupa untuk menyertakan elemen HTML tersebut sebelum eksekusi plugin.

Pengaturan Animasi

Pengaturan animasi Saya batasi pada opsi-opsi yang berhubungan dengan animasi plugin:

{
interval: 6000, // Slideshow interval
speed: 1000, // Slideshow animation speed
hoverPause: true, // `false` to make the slideshow/rotator keep running on mouse-over
crossFade: false, // `true` if you want to make the slide change effect occurs simultaneously between disappearance and appearance
autoHeight: false, // Animate the rotator to adjust the height of the displayed item
autoSlide: true // `false` to run the slideshow manually (with navigation)
}
OpsiKeterangan
intervalDigunakan untuk menentukan rentang waktu perpindahan setiap item slide dalam satuan milidetik
speedDigunakan untuk menentukan kecepatan animasi dalam satuan milidetik
hoverPauseJika bernilai true maka slideshow akan berhenti bergerak saat pointer mouse berada di atasnya
crossFadeDigunakan untuk menentukan apakah efek penghilangan dan pemunculan slide dilakukan secara bergantian atau bersamaan dalam waktu yang sama tanpa ada jeda
autoHeightJika bernilai true, maka tinggi slideshow akan menyesuaikan diri berdasarkan tinggi item slide yang tampil dengan efek animasi - Contoh
autoSlideUbah nilainya menjadi false untuk membuat slideshow berjalan secara manual melalui aksi klik navigasi

Konfigurasi Lanjutan

Bagian ini Saya khususkan untuk menjelaskan fungsi-fungsi callback dan implementasi lanjutan, khususnya dalam hal modifikasi:

{
onInit: function() {}, // Callback function that will be executed when slideshow is starting
onHide: function(index) {}, // Callback function that will be executed when slideshow is start hiding the slide item
onShow: function(index) {} // Callback function that will be executed after the slideshow showing the slide item
}

onInit

Fungsi ini akan dijalankan pada saat pertama kali slideshow terbentuk. Saat slideshow tampil, maka fungsi ini akan langsung dieksekusi. Contoh penerapan:

makeSlider({
url: "http://nama_blog.blogspot.com",
onInit: function() {
alert('Slideshow ready!');
}
});

Kode di atas akan menampilkan pesan “Slideshow ready!” segera setelah slideshow tampil.

onHide

Fungsi ini akan dijalankan setiap kali item slide mulai menghilang. Saat item slide menghilang, maka fungsi ini akan tereksekusi. Contoh penerapan:

makeSlider({
url: "http://nama_blog.blogspot.com",
onHide: function() {
alert('Mengganti slide...');
}
});

Kode di atas akan menampilkan pesan “Mengganti slide...” setiap kali slide mulai berganti.

onShow

Fungsi ini akan dijalankan setiap kali item slide tampil. Saat item slide tampil, maka fungsi ini akan tereksekusi. Contoh penerapan:

makeSlider({
url: "http://nama_blog.blogspot.com",
onShow: function(index) {
alert('Slide ke ' + index + ' berhasil tampil.');
}
});

Kode di atas akan menampilkan pesan “Slide ke {nomor urut slide yang tampil} berhasil tampil.” setiap kali slide ditampilkan.

Parameter `index`

Parameter index hanya berlaku untuk onHide dan onShow. Parameter ini akan menampilkan indeks slide yang aktif:

makeSlider({
url: "http://nama_blog.blogspot.com",
onInit: function() {
console.log('Slideshow dimulai...');
},
onHide: function(index) {
console.log('Menyembunyikan slide ke ' + index);
},
onShow: function(index) {
console.log('Menampilkan slide ke ' + index);
}
});

Beberapa Contoh Modifikasi Dasar

Mengubah Tampilan

Dengan mengubah ukuran lebar pada gambar dan slideshow, ukuran tinggi pada slideshow dan mengubah tampilan deskripsi/detail posting sebagai caption, maka Anda bisa semakin memperkuat status plugin ini sebagai “slideshow”:

CSS

<link rel="stylesheet" type="text/css" href="http://blogger-json-experiment.googlecode.com/svn/resources/blogger-feed-rotator-plugin/default-style.min.css"/>
<style type="text/css">

/* Custom CSS... */

.slider-rotator {
width:600px;
height:240px;
padding:0 0;
background-color:white;
font:italic normal 12px/1.4 Georgia,Serif;
color:white;
border:1px solid black;
}

.slider-rotator .slider-item {
background-color:white;
height:240px; /* Same with `.slider-rotator` height */
padding:0 0;
}

.slider-rotator h4 {margin-top:0}
.slider-rotator p {margin:2px 0 0}

/* Slider details as caption */
.slider-rotator .detail-wrapper {
position:absolute;
top:auto;
right:0;
bottom:0;
left:0;
background-color:black;
background-color:rgba(0,0,0,.9);
padding:.5em 1em;
z-index:4;
}

</style>

JavaScript

makeSlider({
url: "http://nama_blog.blogspot.com", // Your blog URL
thumbWidth: 600 // Thumbnail width in pixels (same with slideshow width)
});

Memanfaatkan Fungsi Callback untuk Menganimasikan Caption

Dengan memanfaatkan parameter index pada onHide dan onShow, Anda bisa memberikan efek animasi pada caption slide yang aktif setiap kali slide berganti:

makeSlider({
url: "http://nama_blog.blogspot.com", // Your blog URL
thumbWidth: 600, // Thumbnail width in pixels (same with slideshow width)
containerId: "slider-rotator",
// Hide all captions on initiation...
onInit: function() {
$('#' + this.containerId).find('.detail-wrapper').hide();
},
// Hide the caption with `.slideUp()` effect when the slide item hides
onHide: function() {
$('#' + this.containerId).find('.detail-wrapper').slideUp();
},
// Show the caption with `.slideDown()` effect when the slide item appears
onShow: function(index) {
$('#' + this.containerId).children().eq(index).find('.detail-wrapper').slideDown();
}
});

Menampilkan Beberapa Slideshow Sekaligus

Karena eksekusi plugin ini dilakukan di luar, maka ini memungkinkan Anda untuk menampilkan beberapa slideshow sekaligus dalam satu halaman. Pertama-tama buatlah beberapa elemen HTML yang dibutuhkan untuk memuat slideshow:

<div id="container-1" class="slider-rotator loading"></div>
<div id="container-2" class="slider-rotator loading"></div>
<div id="container-3" class="slider-rotator loading"></div>

Kemudian jalankan fungsi makeSlider() sebanyak jumlah kontainer yang dibuat. Tentukan juga konfigurasi containerId yang berbeda-beda berdasarkan ID kontainer:

makeSlider({
url: "http://nama_blog-1.blogspot.com",
containerId: "container-1"
});
makeSlider({
url: "http://nama_blog-2.blogspot.com",
containerId: "container-2"
});
makeSlider({
url: "http://nama_blog-3.blogspot.com",
containerId: "container-3"
});

Mengatur Plugin dan Melihat Demo Secara Langsung

Saya sudah menyertakan halaman konfigurasi plugin yang bisa Anda gunakan untuk melakukan pengaturan dan melihat hasilnya secara langsung di sini:

Daftar Contoh

  1. Demo 1: Basic
  2. Demo 2: Show Posts under Category “Widget”
  3. Demo 3: About Thumbnails
  4. Demo 4: Thumbnail Only
  5. Demo 5: Text Only
  6. Demo 6: Multiple Feed Loading
  7. Demo 7: Casual Slideshow
  8. Demo 8: Example Callback Function to Animate the Slideshow Caption (1)
  9. Demo 9: Example Callback Function to Animate the Slideshow Caption (2)

Selasa, 19 Februari 2013

Membangun Layout Paralaks dengan JQuery

JQuery Parallax layout

Membuat layout paralaks, jika Anda masih kesulitan untuk memahami bagaimana cara kerja dan cara membuatnya, di sini Saya akan menjelaskannya dengan rinci mengenai bagaimana layout tersebut tercipta. Pada dasarnya, sebuah layout paralaks hanyalah elemen HTML dengan beberapa tumpukan layer di dalamnya, dimana setiap layer tersebut akan dianimasikan posisinya dengan kecepatan yang sama namun dengan jarak yang berbeda untuk menciptakan efek tiga dimensi saat layer-layer tersebut bergerak.

Membuat Latar Paralaks

Kita mulai dengan elemen HTML seperti ini:

<div id="parallax-wrapper" class="parallax-wrapper">
<div class="layer layer-1"></div>
<div class="layer layer-2"></div>
<div class="layer layer-3"></div>
...
...
</div>

Saya membuat sebuah elemen HTML sebagai kontainer dengan beberapa layer di dalamnya. Elemen utamanya adalah #parallax-wrapper. Elemen ini berfungsi sebagai wadah dari semua elemen paralaks di dalamnya. Sedangkan elemen-elemen .layer nantinya akan kita gunakan sebagai penampil latar. Kita akan memposisikan layer-layer tersebut menjadi bertumpukan layaknya tumpukan kaca. Jadi kita memerlukan ini untuk mengatur dimensi paralaks yang kita buat:

.parallax-wrapper {
border:1px solid black;
height:200px; /* Tentukan tinggi area paralaks, ukuran lebar tidak begitu penting */
position:relative; /* Penting! Posisi absolut pada elemen induk */
overflow:hidden;
}

/* Buat semua layer paralaks sebagai elemen absolut,
sehingga tampilannya akan bertumpuk satu sama lainnya */
.parallax-wrapper .layer {
position:absolute;
top:0;
right:0;
bottom:0;
left:0;
/* set beberapa pengaturan latar di sini,
sebelum kita mendefinisikan latar gambar secara sepihak
pada masing-masing layer */
background-position:0 0;
background-color:transparent;
background-repeat:repeat-x;
}

Setelah itu, gambar-gambar bisa diterapkan pada masing-masing layer:

.parallax-wrapper .layer-1 {background-image:url('img/parallax-bg-1.png')}
.parallax-wrapper .layer-2 {background-image:url('img/parallax-bg-2.png')}
.parallax-wrapper .layer-3 {background-image:url('img/parallax-bg-3.png')}

Navigasi Paralaks

Navigasi ini digunakan untuk menggerakkan latar paralaks —dan konten di dalamnya tentunya, agar paralaks tidak hanya berfungsi sebagai hiasan. Navigasi terdiri dari elemen <span> dengan beberapa tautan di dalamnya. Anda bisa membuatnya menggunakan elemen apa saja, tapi di sini Saya mencoba untuk membuatnya seminimalis mungkin:

<span id="parallax-navigation" class="parallax-navigation">
<a href="#1">1</a>
<a href="#2">2</a>
<a href="#3">3</a>
<a href="#4">4</a>
...
...
</span>

CSS untuk navigasinya:

.parallax-navigation {
display:block;
height:30px;
line-height:30px;
position:relative;
text-align:right;
font-size:11px;
font-weight:bold;
}

.parallax-navigation a {
text-decoration:none;
color:black;
background-color:#eee;
padding:5px 10px;
}

/* set latar dan warna yang berbeda untuk item navigasi yang sedang aktif */
.parallax-navigation a.active {
background-color:#529834;
color:white;
}

Selesai sampai di sini, sekarang kita akan mengerjakan fungsi dasar untuk menggerakkan layer:

Efek Paralaks

Beberapa mungkin akan membuat efek paralaks dengan cara menganimasikan properti left pada elemen relatif untuk menggerakkan elemen ke kiri atau ke kanan. Tapi kekurangannya adalah, mengubah jarak left terlalu jauh akan membuat posisi layer berubah dan pada akhirnya akan menghilang dari pandangan jika jaraknya sudah terlalu jauh. Di sini Saya lebih menyarankan untuk menganimasikan posisi latar dibandingkan posisi layer itu sendiri, sehingga layer tidak akan bergerak, hanya latarnya saja yang bergerak.

Namun tidak mendukung properti animasi background-position dengan baik, jadi kita membutuhkan sebuah plugin untuk itu. Anda akan menemukan begitu banyak plugin JQuery yang berfungsi untuk menganimasikan posisi latar jika Anda mencarinya, dan Saya memilih untuk menggunakan plugin animasi posisi latar dari Keith Wood. Saya tidak kenal dengan orang itu, tapi pluginnya bagus ⇒ http://keith-wood.name/backgroundPos.html

<!-- Muat JQuery di awal -->
<script type="text/javascript" src="js/jquery.js"></script>
<!-- Sertakan plugin JQuery BackgroundPos -->
<script type="text/javascript" src="js/jquery.backgroundpos.min.js"></script>
<script type="text/javascript">
// Pekerjaan kita di sini...
</script>

Definisikan beberapa variabel untuk mempermudah kita dalam menyeleksi elemen dan sekaligus juga memperbaiki performa. Seperti biasa:

var $parallax = $('#parallax-wrapper'),
$layer = $parallax.find('.layer'),
$nav = $('#parallax-navigation');

Setelah itu kita kumpulkan semua item navigasi dan layer di dalam paralaks. Kita akan cenderung menggunakan JQuery .each() di sini, karena ini adalah cara yang paling mudah untuk mendapatkan indeks/urutan masing-masing elemen. Kita akan menganimasikan elemen dengan parameter dari indeks elemen (urutan elemen):

$nav.find('a').each(function() {
// Saat pengguna mengeklik item navigasi...
$(this).on("click", function() {
var step = $(this).index(); // Dapatkan indeks dari setiap item navigasi
// Kumpulkan layer...
$layer.each(function() {
// Definisikan jarak animasi latar pada setiap layer berdasarkan indeksnya
var distance = ($(this).index()+1) * 200; // Kalikan dengan 200
});
return false;
});
}).first().addClass('active'); // Tambahkan kelas `active` pada item navigasi pertama sebagai awalan

Setelah itu, buat fungsi untuk menambah dan melepas kelas active pada setiap item navigasi. Dulu Saya sudah pernah menuliskan kodenya di sini

$nav.find('a').each(function() {
// Saat pengguna mengeklik item navigasi...
$(this).on("click", function() {
var step = $(this).index(); // Dapatkan indeks dari setiap item navigasi
$nav.find('.active').removeClass('active'); // Singkirkan kelas `active` pada item navigasi
$(this).addClass('active'); // Tambahkan kelas `active` pada item navigasi yang diklik
// Kumpulkan layer...
$layer.each(function() {
// Definisikan jarak animasi latar pada setiap layer berdasarkan indeksnya
var distance = ($(this).index()+1) * 200; // Kalikan dengan 200
});
return false;
});
}).first().addClass('active'); // Tambahkan kelas `active` pada item navigasi pertama sebagai awalan

Animasikan posisi latar pada masing-masing layer dengan parameter berupa urutan layer, sehingga jarak perubahan posisi akan berbeda-beda pada masing-masing layer (lebih tepatnya: jarak animasi akan meningkat berdasarkan urutan layer):

$nav.find('a').each(function() {
// Saat pengguna mengeklik item navigasi...
$(this).on("click", function() {
var step = $(this).index(); // Dapatkan indeks dari setiap item navigasi
$nav.find('.active').removeClass('active'); // Singkirkan kelas `active` pada item navigasi
$(this).addClass('active'); // Tambahkan kelas `active` pada item navigasi yang diklik
// Kumpulkan layer...
$layer.each(function() {
// Definisikan jarak animasi latar pada setiap layer berdasarkan indeksnya
var distance = ($(this).index()+1) * 200; // Kalikan dengan 200
// Animasikan posisi latar
$(this).stop().animate({backgroundPosition: '-' + (step*distance) + 'px 0px'}, 1500);
});
return false;
});
}).first().addClass('active'); // Tambahkan kelas `active` pada item navigasi pertama sebagai awalan

Dan beginilah hasil akhir sementara kita. Baru latarnya saja yang dianimasikan, belum ada konten:

Langkah Akhir: Menambahkan Konten

Animasi paralaks sudah berhasil dibuat, sekarang tinggal membuat konten paralaks saja. Setiap konten merupakan item yang bisa Anda isi dengan tulisan dan/atau gambar layaknya slideshow:

HTML

<div id="parallax-wrapper" class="parallax-wrapper">
<div class="layer layer-1"></div>
<div class="layer layer-2"></div>
<div class="layer layer-3"></div>
<div class="box-item-wrapper">
<div class="box-item"> ... </div>
<div class="box-item"> ... </div>
<div class="box-item"> ... </div>
<div class="box-item"> ... </div>
...
...
</div>
</div>

CSS

.box-item-wrapper {
position:relative;
overflow:hidden;
}

.box-item-wrapper .box-item {
float:left; /* posisikan `.box-item` sebagai layout mendatar */
width:100%;
margin:7em 0;
padding:1.5em 2em;
}

Fungsi selanjutnya ditujukan untuk mengeset ukuran kontainer item dan lebar item, serta menganimasikan kontainer item menuju ke kiri dengan jarak tertentu berdasarkan indeks item navigasi. Pertama-tama kita atur ukuran lebar .box-item-wrapper dan .box-item:

var $window = $(window),
$wrap = $parallax.find('.box-item-wrapper'),
width, totalWidth; // Variabel kosong

$window.on("resize", function() {

width = $parallax.width(); // Mendapatkan lebar `#parallax-wrapper`
totalWidth = width * $wrap.find('.box-item').length; // Lebar total = lebar `#parallax-wrapper` dikalikan jumlah `.box-item`

// Set lebar `.box-item-wrapper` selebar `totalWidth`
$wrap.width(totalWidth)
// Set lebar `.box-item` selebar `#parallax-wrapper`
.find('.box-item').width(width);

}).trigger("resize");

Saya menuliskan variabel width dan totalWidth kosong, kemudian menyatakan nilainya di dalam $window.on("resize", function() {}) agar lebar elemen bisa diperbaharui setiap kali ukuran layar diubah. Saya juga menyatakan lebar elemen di dalam event tersebut.

Terakhir, gabungkan animasi properti left di dalam event klik item navigasi untuk menganimasikan posisi .box-item-wrapper:

$nav.find('a').each(function() {
// Saat pengguna mengeklik item navigasi...
$(this).on("click", function() {
var step = $(this).index(); // Dapatkan indeks dari setiap item navigasi
$nav.find('.active').removeClass('active'); // Singkirkan kelas `active` pada item navigasi
$(this).addClass('active'); // Tambahkan kelas `active` pada item navigasi yang diklik
// Kumpulkan layer...
$layer.each(function() {
// Definisikan jarak animasi latar pada setiap layer berdasarkan indeksnya
var distance = ($(this).index()+1) * 200; // Kalikan dengan 200
// Animasikan posisi latar
$(this).stop().animate({backgroundPosition: '-' + (step*distance) + 'px 0px'}, 1500);
});
// Animasikan `.box-item-wrapper` ke kiri untuk menggerakkan `.box-item`
$wrap.stop().animate({'left': -(step*width)}, 1500);
return false;
});
}).first().addClass('active'); // Tambahkan kelas `active` pada item navigasi pertama sebagai awalan

Produk Final

HTML

<div id="parallax-wrapper" class="parallax-wrapper">
<div class="layer layer-1"></div>
<div class="layer layer-2"></div>
<div class="layer layer-3"></div>
<div class="box-item-wrapper">
<div class="box-item"> ... </div>
<div class="box-item"> ... </div>
<div class="box-item"> ... </div>
<div class="box-item"> ... </div>
</div>
</div>

<span id="parallax-navigation" class="parallax-navigation">
<a href="#1">1</a>
<a href="#2">2</a>
<a href="#3">3</a>
<a href="#4">4</a>
</span>

CSS

.parallax-wrapper {
border:1px solid black;
height:200px;
position:relative;
overflow:hidden;
}

.parallax-wrapper .layer {
position:absolute;
top:0;
right:0;
bottom:0;
left:0;
background-position:0 0;
background-color:transparent;
background-repeat:repeat-x;
}

.parallax-wrapper .layer-1 {background-image:url('img/parallax-bg-1.png')}
.parallax-wrapper .layer-2 {background-image:url('img/parallax-bg-2.png')}
.parallax-wrapper .layer-3 {background-image:url('img/parallax-bg-3.png')}

.box-item-wrapper {
position:relative;
overflow:hidden;
}

.box-item-wrapper .box-item {
float:left;
width:100%;
margin:5em 0 0;
padding:1.5em 2em;
}

.parallax-navigation {
display:block;
height:30px;
line-height:30px;
position:relative;
text-align:right;
font-size:11px;
font-weight:bold;
}

.parallax-navigation a {
text-decoration:none;
color:black;
background-color:#eee;
padding:5px 10px;
}

.parallax-navigation a.active {
background-color:#529834;
color:white;
}

JQuery

(function($) {

// Cache some elements
var $window = $(window),
$parallax = $('#parallax-wrapper'),
$layer = $parallax.find('.layer'),
$wrap = $parallax.find('.box-item-wrapper'),
$nav = $('#parallax-navigation'), width, totalWidth;

// Set the parallax content & item width in window resize ...
// ... so we can be sure that when the window is resized, the size of the elements will be updated too
$window.on("resize", function() {
width = $parallax.width(); // get the parallax wrapper width
totalWidth = width * $wrap.find('.box-item').length; // total width = (parallax wrapper width * box item length)
$wrap.width(totalWidth).find('.box-item').outerWidth(width);
}).trigger("resize");

// Collect all navigation item inside parallax navigation, then get their index to set the animation distance
$nav.find('a').each(function() {
// when user click on the navigation item
$(this).on("click", function() {
var step = $(this).index(); // get the index (0, 1, 2, 3, ...)
$nav.find('.active').removeClass('active'); // remove the active class from navigation item
$(this).addClass('active'); // add the active class to the clicked navigation item
$layer.each(function() {
// set the background-position per-animation distance of each layer ...
// ... based on its index
var distance = ($(this).index()+1) * 200; // multiplied by 200
$(this).stop().animate({backgroundPosition: '-' + (step*distance) + 'px 0px'}, 1500); // (jQuery background position plugin required)
});
// also, animate the `.box-item-wrapper` to the left to move the `.box-item`
$wrap.stop().animate({'left': -(step*width)}, 1500);
return false;
});
}).first().addClass('active'); // add active class to the first navigation item on initiation

})(jQuery);

Demo

Minggu, 20 Januari 2013

JQuery Carousel

Carousel

HTML

<div class="carousel" id="carousel">
<div class="carousel-inner">
<img src="img/1.jjpg" alt="">
<img src="img/2.jjpg" alt="">
<img src="img/3.jjpg" alt="">
<img src="img/4.jjpg" alt="">
</div>
</div>
<nav class="carousel-nav" id="carousel-nav">
<button data-direction="prev">Prev</button>
<button data-direction="next">Next</button>
</nav>

CSS

.carousel {
width:400px;
overflow:auto;
margin:0 auto .7em;
}

.carousel,
.carousel-inner {
height:100px;
}

.carousel img {
width:100px;
height:100px;
background-color:#ccc;
display:block;
float:left;
margin:0 5px;
}

.carousel-nav {
text-align:center;
}

.carousel-nav button {
cursor:pointer;
}

JQuery

(function($) {
var $carousel = $('#carousel'),
$container = $carousel.find('.carousel-inner'),
$nav = $('#carousel-nav'),
$img = $container.find('img'),
totalWidth = ($img.outerWidth()+parseInt($img.css('margin-left'),10)+parseInt($img.css('margin-right'),10))*$img.length;
$carousel.css('overflow', 'hidden'); // Singkirkan scroll bar jika JavaScript aktif
$container.css('width', totalWidth); // Set lebar `.carousel-inner` selebar => [jumlah gambar + lebar gambar + margin kiri dan kanan gambar]
$nav.find('button').on("click", function() {
// Animasikan properti `scrollLeft` ke kiri/ke kanan,
// berdasarkan nilai atribut `data-direction` pada tombol yang diklik
var dir = $(this).data('direction');
$carousel.stop().animate({
scrollLeft: (dir == "next") ? "+=100px" : "-=100px"
}, 200);
});
})(jQuery);

Demo